Teknik-teknik operasi amandel dan biayanya

Tekni-teknik operasi amandel

Operasi amandel atau tonsilektomi merupakan pengangkatan organ amandel yang terletak di bagian leher oleh dokter THT. Operasi ini sudah dikenal sejak 1000 tahun sebelum masehi di India, dan makin meningkat memasuki abad 18. Saat ini operasi amandel menjadi salah satu alternative untuk pengobatan apabila dapat menggangu pasien dan tidak membaik dalam pengobatan medis.

Beberapa indikasi amandel boleh di operasi apabila :

  • Pembesaran amandel yang mengakibatkan penutupan jalan nafas, nyeri di tenggorokan hebat, gangguan tidur atau komplikasi jantung-paru.
  • Abses (nanah) di dalam amandel yang tak membaik dengan pengobatan,
  • Tonsillitis/radang amandel yg mengakibatkan kejang demam
  • Radang amandel berulang ( lebih dari 3 kali dalam satu tahun) walapun telah dilakukan pengobatan optimal.
  • Bau mulut dan nafas yang diakibatkan oleh radang amandel berulang dan tidak beresopon baik dengan pengobatan.
  • Tonsillitis yang disebabkan kuman streptococcus yang tidak berespon baik dengan pengobatan
  • Pembesaran amandel 1 sisi yang dicurigai suatu keganasan.

Amandel merupakan kelenjar getah bening yang berfungsi untuk menyaring kuman yang ikut bersama makanan dan menjadi salah satu pertahanan tubuh. Amandel ini dapat membesar hingga berukuran sebesar bola pimpong. Sehingga dapat menutupi jalan udara pernafasan. Amandel meradang di akibatkan oleh bakteri bakteri yang menginfeksi jaringan amandel itu sendiri, hal ini dapat di lihat dari permukaan amandel yang banyak berlubang. Sebagian orang juga menemukan bintik putih atau bercak putih menempel di dalam amandel.

Baca juga gumpalan putih di amandel apa itu?

Penanganan dalam penyakit amandel ada sangat beragam, dari tim medis sendiri banyak obat obatan untuk meredakan nyeri dan mengecilkan amandel yang membengkak. Obat-obatan herbal juga banyak di jual di apotik. Dan terakhir operasi merupakan langkah terakhir apabila amandel tidak membaik dalam pengobatan. Amandel memiliki manfaat yang sangat besar untuk tubuh, operasi hanya akan di lakukan apabila efek buruk lebih besar dari manfaatnya.

Berikut ini adalah beberapa teknik operasi amandel yang dapat di temui di rumah sakit Indonesia. Berdasarkan perkembangan teknik yang di gunakan dalam operasi amandel, di bagi dua :

Cara tradisional
Teknik sedahana yang di lakukan pada zaman dahulu

1. Teknik Guillotine

Teknik ini dikenal sejak lama dari tahun (1828) oleh Philip Physick. Teknik yang cukup sederhana yaitu dengan menjepit tonsil dengan alat guillotine kemudian dipotong. Teknik ini dalam pengerjaannya sangat cepat namun demikian dalam pengelolaan perdarahan saat operasi cukup lama dan resiko perdarahan pasca operasi juga cukup besar selain itu nyeri pasca oparasi juga cukup mengganggu pasien dalam hal kenyamanan pasca operasi. Di Negara maju Teknik ini sudah tidak di gunakan sedangkan di Indonesia teknik ini di gunakan untuk anak-anak dalam anestasi umum

2. Teknik Diseksi

Teknik disesi juga sudah cukup lama di kenal di masyarakat. Muncul pada tahun 1909 yang di kenalkan oleh Waugh. Umumnya di gunakan untuk orang dewasa dengan cara yang sederhana. Yaitu dengan menggunakan pisau potong untuk memisahkan tonsil dari jaringan pengikatnya. Operasi dengan teknik ini bisa cepat tapi komplikasinya sangat besar antara lain resiko perdarahan pasca operasi, sehingga teknik ini sudah jarang dilakukan.

3. Cryogenic tonsillectomy

Tindakan pembedahan tonsil dapat menggunakan cara cryosurgery yaitu proses pendinginan jaringan tubuh sehingga terjadi nekrosis. Bahan pendingin yang dipakai adalah Freon dan cairan nitrogen.

4. Electrosterilization of tonsil

Merupakan suatu pembedahan tonsil dengan cara koagulasi listrik pada jaringan tonsil.

Cara modern
Teknik dengan alat teknologi dan dengan peralatan canggih

1. Teknik Elektrokauter

Teknik Elektrokauter dengan cara metode membakar seluruh jaringan tonsil disertai kauterisasi untuk mengontrol perdarahan. Pada bedah listrik transfer energi berupa radiasi elektromagnetik untuk menghasilkan efek pada jaringan. Frekuensi radio yang digunakan dalam spektrum elektromagnetik berkisar pada 0,1 hingga 4 Mhz. Penggunaan gelombang pada frekuensi ini mencegah terjadinya gangguan konduksi saraf atau jantung. Teknik ini lebih cepat tapi panas yang dihasilkan sangat tinggi mencapai 400-600 derajat C, sehingga dapat terjadi kerusakan jaringan yang hebat pasca operasi.

2. Intracapsular partial tonsillectomy

Intracapsular tonsilektomi merupakan tensilektomi parsial yang dilakukan dengan menggunakan microdebrider endoskopi. Microdebrider endoskopi bukan merupakan peralatan ideal untuk tindakan tonsilektomi, namun tidak ada alat lain yang dapat menyamai ketepatan dan ketelitian alat ini dalam membersihkan jaringan tonsil tanpa melukai kapsulnya.
Teknik Microderider yaitu Teknik dengan menggunakan alat yang diputar dan bila terjadi perdarahan langsung disedot. Tetapi kelemahannya harga alat masih mahal.

3. Skapel harmonik

Skapel harmonik menggunakan teknologi gelombang ultrasonik untuk memotong dan mengkoagulasi jaringan dengan kerusakan jaringan minimal. Teknik ini belum di gunakan di Indonesia.

4. Teknik Coblation

Coblation atau cold ablation merupakan suatu modalitas yang unik karena dapat memanfaatkan plasma atau molekul sodium yang terionisasi untuk mengikis jaringan. Mekanisme kerja dari coblation ini adalah menggunakan energi dari radiofrekuensi bipolar untuk mengubah sodium sebagai media perantara yang akan membentuk kelompok plasma dan terkumpul disekitar elektroda.

Kelompok plasma tersebut akan mengandung suatu partikel yang terionisasi dan kandungan plasma dengan partikel yang terionisasi yang akan memecah ikatan molekul jaringan tonsil. Selain memecah ikatan molekuler pada jaringan juga menyebabkan disintegrasi molekul pada suhu rendah yaitu 40-70%, sehingga dapat meminimalkan kerusakan jaringan sekitar. Sayangnya teknik canggih ini belum ada di indonesia.

5. Laser (CO2-KTP)

Laser tonsil ablation (LTA) menggunakan CO2 atau KTP (Potassium Titanyl Phosphat) untuk menguapkan dan mengangkat jaringan tonsil. Tehnik ini mengurangi volume tonsil dan menghilangkan recesses pada tonsil yang menyebabkan infeksi kronik dan rekuren. Teknik ini juga belum ada di Indonesia.

6. Teknik Radiofrekuensi

Teknik operasi dengan menggunakan energi temperatur rendah (40-70 derajat C), berbeda dengan teknik elektrokauter yang menggunakan energi dengan temperatur mencapai 400 derajat C. Teknik radiofrekuensi menggunakan gelombang radio pada frekuensi 1,5-4,5 MHz. Pada teknik ini radiofrekuensi elektrode disisipkan langsung kejaringan. Densitas baru disekitar ujung elektrode cukup tinggi untuk membuka kerusakan bagian jaringan melalui pembentukan panas. Selama periode 4-6 minggu, daerah jaringan yang rusak mengecil dan total volume jaringan berkurang

Update*
Informasi terbaru yang kami dapatkan tentang biaya operasi tonsilektomi alias amandel yang menawarkan operasi dengan teknik Radiofrekuensi. Teknik ini memang sangat jarang2 ada di indonesia, hanya beberapa rumah sakit saja yang menyediakannya. Salah satunya adalah RS Mitra keluarga Cikarang

Biaya opersinya bisa anda lihat sendiri pada gambar di atas. lumayan mahal ya? Operasi dengan teknik ini dapat anda lihat di youtube

Untuk informasi lebih lanjut bisa di tanya langsung pada RS yang bersangkutan. Seiring berjalannya waktu, di beberapa rumah sakit pasti akan masuk alat alat kesehatan yang lebih lengkap.

7. Teknik Thermal welding

Teknik operasi ini merupakan pengembangan lebih lanjut dari teknik radiofrekuensi dimana penggunaan energi temperature rendah hanya disebarkan diujung alat pemotong yang dilidungi suatu bahan peredam panas, sehingga luas jaringan yang terpapar panas sangat minimal. Dengan paparan panas yang minimal ini resiko nyeri pasca operasi lebih minimal, proses pemulihan lebih cepat.

Di Indonesia sendiri, Hingga saat ini kebanyakan dokter THT masih menggunakan cara tradisional untuk prosedur operasi amandel, yaitu dengan teknik Guillotine dan teknik diseksi. Namun bebearpa rumah sakit juga telah mengguankan beberapa teknik yang modern, misalnya rumah sakit mitrakeluarga mereka menggunakan teknik tehermal welding. Teknik ini cukup mudah, murah dan pasien juga lebih cepat sembuh serta puas.

Bagi anda  yang ingin operasi amandel dengan teknik thermal welding bisa di jumpai pada : Rumah Sakit Umum Islam (RSUI), RS Mitra keluarga, RS Mitra kemayoran, RS Urip Sumoharjo. Beberapa rumah sakit lainnya yang mungkin telah menggunakan teknik ini. Anda dapat mengunjungi dan menanyakan langsung dengan dokter THTnya

Ini screenshoot RS Urip sumoharjo menyediakan teknik Termal Welding untuk operasi amadel. Anda bisa merujuk ke sana untuk operasi amandel. Tuh di tulis sekalian dalam kurung.. hehehe.. keren ya???

Biaya operasi dengan thermal welding lumayan cukup mahal. Sekali operasi membutuhkan biaya 8 juta. Di luar obat dan tim medisnya. Sedangkan untuk teknik yang lain dapat anda baca “Biaya operasi amandel

Itulah sekilas mengenai beberapa teknik yang di gunakan dalam operasi amandel. Sayangnya di Indonesia belum banyak rumah sakit yang menggunakan teknik modern yang tergolong lebih cepat menyembuhkan luka pasca operasi. Akan tetapi dalam waktu yang dekat, teknik modern ini juga akan menyebar di seluruh Indonesia. Terutama rumah sakit besar dan bercabang di seluruh Indonesia.

Teknik-teknik operasi amandel dan biayanya | admin | 4.5